Rabu, 12 Oktober 2016

Cerita gue....



MALE’ BANA
Suatu hari si Tikok sedang menyapu halaman istana,tiba-tiba sang ratu  si Raciuh memanggilnya.Sesegera mungkin si Tikok menghadap tuannya.
Si Raciuh         : si Tikoooooo......kkh,cepat k,kesini manghadap saya!,katanya dengan garang hingga tidak sadar telah menyemprotkan air liur yang seperti hujan itu.
Si Tikok            : I..iiya Si...,jawabnya dengan muka glagapan basah kuyup tersembur air bah dari mulut sang majikan.
Si Raciuh         : Thoolong bersihkan debu di bawah meja,itu sangat mengganggu pemandangan tuanmu ini.
Si Tikok            : Segera saya laksanakan My Khing,jawabnya dengan gagah.
Setelah itu segeralah ia membersihkan debu itu.Ia mulai menyapu di sebelah ujung kursi dekat kaki sang ratu.Srrrhhek......sekali ia mengayunkan sapu debu-debu beterbangan kemana-mana kebaju,kaki,tangan,muka dan akhirnya sampailah ia ke hidung sang ratu.Seketika itu sang ratu menciptakan gerimis dari hidungnya,lama kelamaan gerimis itu menjadi hujan dan hujan menjadi badai yang keluar dari mulut sang majikan mengguyur sang penyapu istana.Selama itu sang penyapu merasakan beban derita yang amat besar hingga di sela-sela perjuangannya melawan badai itu,ia memohon pada sang dewa.
Si Tikok            :Dewwa!,teriaknya dalam hati yang paling mendalam,”mengapa badai ini tidak henti-henti mengguyur hamba,bantu hamba untuk bertahan dalam badai Jhigongbaw yang melanda dalam perjalanan menyelesaikan tugas mulia ini.
Percepat hamba untuk menyelesaikan tugas yang sangat menantang ini.”
Lelah menempuh perjalanan yang sulit ini,akhirnya ia selesai menyapu bawah meja sang tuan.
Si Raciuh         :ok,very nice.Kerja yang bagus.sebuah pujian dari Si Raciuh sambil mengelap air dari badai Jhigongbaw di sekitar mukanya.
Si Tikok tersenyum mendapat pujian dari sang master sekaligus bersin dengan hidung meler menjijikkan akibat dari badai yang menimpanya barusan.
Si Tikok            :Tt..te...rima ka chih!My Khing.Jawabnya dengan muka nano-nano.
Si Tikok keluar dari istana menuju kesebuah bukit tinggi jauh dari istana.ia berteriak Maleee’ Banaa’!!!males banget begini terus hidupku setiap hari menempuh hujan badai Jhigongbaw dari mulut My Khing
Ternyata selama ini ia menyembunyikan wajah kesalnya pada sang majikan dengan penuh kesabaran.Dan saat itu juga ia memutuskan pergi dan berkelana jauh melewati berbagai pulau dengan tujuan mencari hidup yang lebih baik.
To be continued.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar